Thursday, December 9, 2010
My words for ur
Uprealband : Band yang tidak hanya bisa bikin lagu yang enak, tapi banyak amazing things lain... Lagu: Setiap lagu seakan2 membawa pesan kekaguman terhadap musik, dan betapa musik seperti galaksi bimasakti yg seluas2nya masih ingin dieksplorasi.. Well organized : self management nya oke banget.. Semuanya dikerjakan sendiri disela2 kesibukan bekerja.. Segitu juga masih sempet lho ngumpul sama keluarga .. Sustainability : Berbagai tipe kepribadian manusia juga ada disana tapi perbedaan itu justru membuat mereka saling melengkapi.. sepertinya mereka saling mengagumi satu sama lain :), resep paling jitu untuk mempertahankan kebersamaan.. Maturity : terpaan badai dan tajamnya kerikil malah mengantarkan mereka semakin dewasa.. Menempatkan diri bukan untuk dipengaruhi tetapi untuk membuat perubahan dan perbedaan yang positif, karena percaya tidak ada perjuangan yang sia2.. Kaya : ide2 mereka? Jangan ditanya.. Recording studio, Cd full album, radio, bikin komik, masih tidak cukup membuktikan kehausan mereka akan kreatifitas? .. Kreatif adalah membuat perbedaan, dan kreatif adalah uprealband..
Wednesday, November 17, 2010
Horner: It's an unbelievable outcome!
Mon, 15 Nov 16:30:52 2010
Christian Horner admitted that Sebastian Vettel’s title victory in Abu Dhabi was an ‘unbelievable outcome’ for Red Bull Racing as the team secured a championship double in the F1 season finale.
The team had wrapped up the constructors’ championship with its 1-2 finish in the Brazilian Grand Prix a week earlier, with both Vettel and Mark Webber going to Abu Dhabi with a chance of beating Fernando Alonso the title.
While Webber’s hopes were ended by an early pit stop that left him stuck in traffic, Vettel led the race from the front – only ceding top spot briefly when he made his own visit to the pits.
With championship leader Alonso only able to manage seventh place, Vettel became the youngest F1 champion in history by four points and Horner admitted it was a brilliant outcome for his team.
“It’s an unbelievable outcome,” he said. “The first time Sebastian has led the Championship is at the last race of the year, but arguably that’s the only time you need to lead it. He’s stuck with it though this year, he’s had some tough times and he’s had his issues with reliability here and there, but he’s never lost his focus. He’s the youngest ever Formula One World Champion and a very deserving World Champion. It’s down to what he’s done on the circuit and the whole team is hugely proud of what he’s achieved today.
“We mustn’t forget Mark in all this and what an incredible job he’s done this year. He’s driven superbly well, he’s won four grand prix victories and has taken the Championship to the final race. It could have gone to either one of them this year and it’s a great privilege to have these two guys in our team. But today belongs to Sebastian Vettel and it’s fantastic to have Mr Mateschitz here to witness our first Drivers’ World Championship.
“It’s been a very big and emotional week for the team and I’d like to thank every single member, all our suppliers, everyone at Red Bull and Dietrich Mateschitz for his unfaltering support. It’s been a very, very big week.”
Christian Horner admitted that Sebastian Vettel’s title victory in Abu Dhabi was an ‘unbelievable outcome’ for Red Bull Racing as the team secured a championship double in the F1 season finale.
The team had wrapped up the constructors’ championship with its 1-2 finish in the Brazilian Grand Prix a week earlier, with both Vettel and Mark Webber going to Abu Dhabi with a chance of beating Fernando Alonso the title.
While Webber’s hopes were ended by an early pit stop that left him stuck in traffic, Vettel led the race from the front – only ceding top spot briefly when he made his own visit to the pits.
With championship leader Alonso only able to manage seventh place, Vettel became the youngest F1 champion in history by four points and Horner admitted it was a brilliant outcome for his team.
“It’s an unbelievable outcome,” he said. “The first time Sebastian has led the Championship is at the last race of the year, but arguably that’s the only time you need to lead it. He’s stuck with it though this year, he’s had some tough times and he’s had his issues with reliability here and there, but he’s never lost his focus. He’s the youngest ever Formula One World Champion and a very deserving World Champion. It’s down to what he’s done on the circuit and the whole team is hugely proud of what he’s achieved today.
“We mustn’t forget Mark in all this and what an incredible job he’s done this year. He’s driven superbly well, he’s won four grand prix victories and has taken the Championship to the final race. It could have gone to either one of them this year and it’s a great privilege to have these two guys in our team. But today belongs to Sebastian Vettel and it’s fantastic to have Mr Mateschitz here to witness our first Drivers’ World Championship.
“It’s been a very big and emotional week for the team and I’d like to thank every single member, all our suppliers, everyone at Red Bull and Dietrich Mateschitz for his unfaltering support. It’s been a very, very big week.”
Friday, November 12, 2010
that was my last sibutramine then..
Sibutramine is no longer available in the U.S. The manufacturer has decided to stop producing sibutramine based on information from a recent clinical study. In this study, people taking sibutramine had an increased risk of cardiovascular events such as heart attack and stroke. If you are currently taking sibutramine, you should stop taking this medication and call your doctor to discuss switching to another treatment for weight loss or maintenance of weight loss
webber or vettel, its just ok..
"Terserah Kalian, Webber dan Vettel"
KOMPAS.com - Red Bull Racing tak mengubah kebijakannya pada seri terakhir Formula 1 (F1) 2010. Tim berlambang banteng tersebut tetap memberikan kebebasan kepada Sebastian Vettel dan Mark Webber, untuk bertarung di lintasan Sirkuit Yas Marina, akhir pekan ini.
Demikian yang disampaikan petinggi Red Bull. Padahal, jika melihat posisi menjelang GP Abu Dhabi pada 14 November ini, seharusnya Vettel yang "menyerah" dan mengalihkan perhatiannya untuk membantu Webber, dalam perburuan gelar juara dunia F1 2010.
Memang, secara matematis duo Red Bull tersebut tetap memiliki kans untuk menggeser pebalap Ferrari, Fernando Alonso, dari puncak klasemen. Tetapi, Webber berada dalam jarak yang lebih dekat, karena pebalap Australia ini hanya terpaut delapan poin dari Alonso. Bandingkan dengan Vettel, yang tertinggal 15 poin dari juara dunia 2006 dan 2006 tersebut.
Namun Red Bull tak ingin "mencederai" sportivitas persaingan di dalam timnya. Team principal Christian Horner menegaskan, pihaknya tidak ingin mencampuri urusan kedua pebalap di atas lintasan dengan melakukan team order, tetapi mereka memberikan kebebasan sepenuhnya kepada Webber dan Vettel untuk tampil agresif, seperti yang diinginkan.
"Prioritas kami adalah terus membiarkan mereka bertarung untuk menang, apalagi kedua pebalap kami tanpa beban," ujar Horner, menjelang seri pamungkas akhir pekan ini. "Dari sudut pandang tim, kami sudah memastikan gelar tim (konstruktor), dan akan menjadi lebih fantastis jika bisa melengkapinya dengan gelar pebalap.
"Bagi kami tak masalah siapa yang menang. Akan fantastis bagi seorang pebalap Red Bull untuk memenangkannya, ketika mereka berdua berusaha keras jadi juara. Kami hanya akan memberikan segala yang bisa dilakukan dan melihat bagaimana hasilnya."
Penulis: Aloysius Gonsaga AE Editor: Aloysius Gonsaga Angi Ebo Sumber : autosport
KOMPAS.com - Red Bull Racing tak mengubah kebijakannya pada seri terakhir Formula 1 (F1) 2010. Tim berlambang banteng tersebut tetap memberikan kebebasan kepada Sebastian Vettel dan Mark Webber, untuk bertarung di lintasan Sirkuit Yas Marina, akhir pekan ini.
Demikian yang disampaikan petinggi Red Bull. Padahal, jika melihat posisi menjelang GP Abu Dhabi pada 14 November ini, seharusnya Vettel yang "menyerah" dan mengalihkan perhatiannya untuk membantu Webber, dalam perburuan gelar juara dunia F1 2010.
Memang, secara matematis duo Red Bull tersebut tetap memiliki kans untuk menggeser pebalap Ferrari, Fernando Alonso, dari puncak klasemen. Tetapi, Webber berada dalam jarak yang lebih dekat, karena pebalap Australia ini hanya terpaut delapan poin dari Alonso. Bandingkan dengan Vettel, yang tertinggal 15 poin dari juara dunia 2006 dan 2006 tersebut.
Namun Red Bull tak ingin "mencederai" sportivitas persaingan di dalam timnya. Team principal Christian Horner menegaskan, pihaknya tidak ingin mencampuri urusan kedua pebalap di atas lintasan dengan melakukan team order, tetapi mereka memberikan kebebasan sepenuhnya kepada Webber dan Vettel untuk tampil agresif, seperti yang diinginkan.
"Prioritas kami adalah terus membiarkan mereka bertarung untuk menang, apalagi kedua pebalap kami tanpa beban," ujar Horner, menjelang seri pamungkas akhir pekan ini. "Dari sudut pandang tim, kami sudah memastikan gelar tim (konstruktor), dan akan menjadi lebih fantastis jika bisa melengkapinya dengan gelar pebalap.
"Bagi kami tak masalah siapa yang menang. Akan fantastis bagi seorang pebalap Red Bull untuk memenangkannya, ketika mereka berdua berusaha keras jadi juara. Kami hanya akan memberikan segala yang bisa dilakukan dan melihat bagaimana hasilnya."
Penulis: Aloysius Gonsaga AE Editor: Aloysius Gonsaga Angi Ebo Sumber : autosport
Thursday, November 11, 2010
Beberapa waktu lalu mobil yg gue pake (avanza tipe G thn 2007) mengalami mati speedometer. Awalnya gue biarin aja karena blm sempet servis.. Besoknya, gue lihat lampu engine nyala, tapi nggak ada masalah lain sih yg muncul.. Nah malem harinya, saat di tol lg jalan di kecepatan sekitar 80 km/h, mesin tiba2 kehilangan tenaga, gas diinjek ga ada efeknya.. Untungnya sepi, dan suami gue minggir dulu.. Beberapa menit kemudian dicoba, sudah kembali normal, tapi karena khwatir gitu lg, larinya ga lebih dari 60 buat jaga2..
Besoknya gue coba browsing, gue nemu tuh kasus sama, ternyata masalah ini disebabkan oleh matinya speedometer (thanks for the info.. )..
Ecu yang bekerja mengatur injeksi bbm ternyata mendapat input dari speed dan rpm, mungkin tujuannya untuk efisiensi. Saat speedo mati, ecu bingung menentukan jumlah bbm yg harus disuplai, dan saat speed mencapai 80 lebih, pasokan bbm terhenti.. Inilah yang menyebabkan kehilangan tenaga.. Lampu engine sendiri menyala atas respon ecu yang membutuhkan feedback dari speedo..
Beberapa hari kemudian speedo diperbaiki (ganti tali) dan setelah itu tidak ada masalah lg..
Mengenai sebab putusnya speedo, blm dapet penjelasan yg valid ny.. Katanya karena mundur dgn rpm tinggi, tapi ada jg yg bilang ga ada hubungannya dengan mundur..
Besoknya gue coba browsing, gue nemu tuh kasus sama, ternyata masalah ini disebabkan oleh matinya speedometer (thanks for the info.. )..
Ecu yang bekerja mengatur injeksi bbm ternyata mendapat input dari speed dan rpm, mungkin tujuannya untuk efisiensi. Saat speedo mati, ecu bingung menentukan jumlah bbm yg harus disuplai, dan saat speed mencapai 80 lebih, pasokan bbm terhenti.. Inilah yang menyebabkan kehilangan tenaga.. Lampu engine sendiri menyala atas respon ecu yang membutuhkan feedback dari speedo..
Beberapa hari kemudian speedo diperbaiki (ganti tali) dan setelah itu tidak ada masalah lg..
Mengenai sebab putusnya speedo, blm dapet penjelasan yg valid ny.. Katanya karena mundur dgn rpm tinggi, tapi ada jg yg bilang ga ada hubungannya dengan mundur..
Iklan Susu Formula Akan Dilarang
BANDUNG, KOMPAS.com — Mulai 2011 Kementerian Kesehatan melarang penayangan iklan susu formula untuk anak usia di bawah satu tahun. Langkah ini sebagai upaya menekan angka kematian anak yang masih tinggi, yang salah satu penyebabnya adalah sangat rendahnya cakupan air susu ibu eksklusif.
Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih memaparkan hal itu di sela-sela pertemuan Strategic Alliance for Achieving MDG’s (Tujuan Pembangunan Milenium), Peringatan Dies Natalis ke-63 Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Jumat (22/10/2010) di Bandung.
”Cakupan ASI eksklusif masih rendah karena orangtua memilih memberikan susu formula. Untuk itu, semua iklan, baik di media cetak, elektronik, maupun luar ruang, akan dilarang,” ujarnya.
Melarang kerja
Selain itu, Kementerian Kesehatan juga akan melarang kerja sama antara produsen susu formula dan tempat-tempat pelayanan kesehatan negeri dan swasta, termasuk rumah bersalin, dokter, dan bidan.
Pemberian susu formula bagi anak di bawah dua tahun hanya diizinkan untuk kasus-kasus tertentu, misalnya jika ibu melahirkan bermasalah dengan pengadaan ASI. Pelarangan ini rencananya diberlakukan bersamaan dengan keluarnya peraturan pemerintah (PP) yang mengatur peningkatan air susu ibu (ASI) eksklusif dan pembatasan pemakaian susu formula pada 2011.
Menurut Endang, kampanye pemberian ASI eksklusif sangat vital dalam menekan angka kematian bayi di bawah lima tahun. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan, ASI bisa menurunkan kematian hingga 17 persen pada kelahiran baru (neonatal) dan 12 persen pada anak di bawah lima tahun. Ia memaparkan, angka kematian bayi baru lahir secara nasional adalah 34 per 1.000 kelahiran hidup dan angka kematian anak di bawah lima tahun mencapai 44 anak per 1.000 kelahiran hidup. ”Baru sekitar 22 persen ibu melahirkan memberikan ASI eksklusif pada bayinya,” jelasnya.
Saat ini pemerintah terus menggodok Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang ASI, yang akan disahkan awal tahun depan.
Peraturan soal tembakau
Selain itu, Kemenkes juga sedang membahas RPP Pengamanan Produk Tembakau sebagai Zat Adiktif bagi kesehatan.
”PP tentang ASI kemungkinan besar akan lebih cepat disahkan dibandingkan PP tembakau yang pembahasannya cukup alot. Namun, keduanya diusahakan selesai tahun depan,” tegasnya.
Pembahasan RPP ASI relatif lebih lancar karena produsen-produsen susu formula mau bekerja sama mendukung aturan tersebut. Sementara pembahasan RPP tembakau terjebak berbagai kepentingan, terutama dari pihak produsen rokok yang tidak senang dengan aturan baru itu.
Dalam RPP tentang tembakau, Endang menyebutkan, pemerintah akan melarang semua iklan rokok umum tidak hanya di tempat publik, tetapi juga di media massa. Produsen rokok juga diminta memuat visualisasi bahaya merokok, seperti kanker, jantung, dan paru-paru di ruang yang lebih besar pada kemasan rokok untuk mengganti tulisan peringatan bahaya merokok yang saat ini terpampang dalam ukuran relatif kecil. (GRE)
Editor: Marcus Suprihadi Sumber : Kompas Cetak
Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih memaparkan hal itu di sela-sela pertemuan Strategic Alliance for Achieving MDG’s (Tujuan Pembangunan Milenium), Peringatan Dies Natalis ke-63 Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Jumat (22/10/2010) di Bandung.
”Cakupan ASI eksklusif masih rendah karena orangtua memilih memberikan susu formula. Untuk itu, semua iklan, baik di media cetak, elektronik, maupun luar ruang, akan dilarang,” ujarnya.
Melarang kerja
Selain itu, Kementerian Kesehatan juga akan melarang kerja sama antara produsen susu formula dan tempat-tempat pelayanan kesehatan negeri dan swasta, termasuk rumah bersalin, dokter, dan bidan.
Pemberian susu formula bagi anak di bawah dua tahun hanya diizinkan untuk kasus-kasus tertentu, misalnya jika ibu melahirkan bermasalah dengan pengadaan ASI. Pelarangan ini rencananya diberlakukan bersamaan dengan keluarnya peraturan pemerintah (PP) yang mengatur peningkatan air susu ibu (ASI) eksklusif dan pembatasan pemakaian susu formula pada 2011.
Menurut Endang, kampanye pemberian ASI eksklusif sangat vital dalam menekan angka kematian bayi di bawah lima tahun. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan, ASI bisa menurunkan kematian hingga 17 persen pada kelahiran baru (neonatal) dan 12 persen pada anak di bawah lima tahun. Ia memaparkan, angka kematian bayi baru lahir secara nasional adalah 34 per 1.000 kelahiran hidup dan angka kematian anak di bawah lima tahun mencapai 44 anak per 1.000 kelahiran hidup. ”Baru sekitar 22 persen ibu melahirkan memberikan ASI eksklusif pada bayinya,” jelasnya.
Saat ini pemerintah terus menggodok Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang ASI, yang akan disahkan awal tahun depan.
Peraturan soal tembakau
Selain itu, Kemenkes juga sedang membahas RPP Pengamanan Produk Tembakau sebagai Zat Adiktif bagi kesehatan.
”PP tentang ASI kemungkinan besar akan lebih cepat disahkan dibandingkan PP tembakau yang pembahasannya cukup alot. Namun, keduanya diusahakan selesai tahun depan,” tegasnya.
Pembahasan RPP ASI relatif lebih lancar karena produsen-produsen susu formula mau bekerja sama mendukung aturan tersebut. Sementara pembahasan RPP tembakau terjebak berbagai kepentingan, terutama dari pihak produsen rokok yang tidak senang dengan aturan baru itu.
Dalam RPP tentang tembakau, Endang menyebutkan, pemerintah akan melarang semua iklan rokok umum tidak hanya di tempat publik, tetapi juga di media massa. Produsen rokok juga diminta memuat visualisasi bahaya merokok, seperti kanker, jantung, dan paru-paru di ruang yang lebih besar pada kemasan rokok untuk mengganti tulisan peringatan bahaya merokok yang saat ini terpampang dalam ukuran relatif kecil. (GRE)
Editor: Marcus Suprihadi Sumber : Kompas Cetak
Sunday, March 21, 2010
Balancing forecast vs kapasitas (1)
Tips balancing forecast bulanan dengan kapasitas terpasang :
1. Hitung, analisa dan tentukan forecast bulanan berdasarkan trend penjualan (SO dan/atau DO) dan rencana2 marketing.
2. Hitung total demand berdasarkan family product.
3. Tentukan working hours masing2 family product.
4. Bandingkan working hours tersebut dengan kapasitas terpasang update Production Dept.
5. Jika lebih : tentukan item mana yang akan dikurangi demandnya
6. Jika kurang : pastikan line seimbang. Netralkan dengan menambah demand atau mengurangi karyawan.
To be continued ....
1. Hitung, analisa dan tentukan forecast bulanan berdasarkan trend penjualan (SO dan/atau DO) dan rencana2 marketing.
2. Hitung total demand berdasarkan family product.
3. Tentukan working hours masing2 family product.
4. Bandingkan working hours tersebut dengan kapasitas terpasang update Production Dept.
5. Jika lebih : tentukan item mana yang akan dikurangi demandnya
6. Jika kurang : pastikan line seimbang. Netralkan dengan menambah demand atau mengurangi karyawan.
To be continued ....
Subscribe to:
Posts (Atom)
